Sahabat Fillahku, tahukah kalian nama kota suci kaum Muslimin? Ya
betul! Kota suci kaum Muslimin adalah Kota Mekah. Di Kota Mekah inilah letaknya
Ka'bah, Baitullah. Ke arah Ka'bahlah seluruh Muslim di dunia menghadapkan diri
jika sedang shalat. Di kota Mekah inilah nabi kita tercinta, Muhammad صلى الله عليه وسلم,
dilahirkan.
Kemudian, apakah kalian juga tahu di mana letak Kota Mekah? Di
atas bukit yang subur? Atau di pinggir sungai besar yang dipenuhi banyak ikan?
Sahabat fillahku, sebenarnya Kota Mekah adalah sebuah lembah yang tidak begitu
luas di tengah lautan pasir. Bukit-bukit mengurung lembah ini rapat-rapat.
Begitu rapatnya sehingga cuma ada tiga jalan untuk keluar dan masuk Mekah.
Jalan pertama menuju ke Yaman, jalan ke dua menuju ke Laut Merah, dan jalan
ketiga adalah jalan menuju Palestina.
Ribuan tahun yang lalu, Lembah Mekah hanyalah sebuah tempat
persinggahan rombongan kafilah, baik yang datang dari Yaman menuju Palestina
maupun sebaliknya, yang datang dari Palestina menuju Yaman. Nabi Ismail lah
yang pertama kali membuat Mekah menjadi sebuah kota.
Keutamaan kota Mekkah dibandingkan dengan seluruh kota yang ada di dunia ini :
1. Merupakan Rumah Ibadah Pertama Yang Dibangun Untuk Umat Manusia
Sesungguhnya rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia ialah
Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk
bagi seluruh alam. Disana terdapat tanda-tanda yang jelas, diantaranya
Maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) maka dia akan aman (Al-Imran [3]: 96-97)
2. Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Kemuliaan kota Makkah ialah karena menjadi tempat kelahiran baginda Rasulullah SAW. Tepatnya pada hari Senin pagi 12 Rabiul Awal
yang bertepatan dengan 20 April 571 M, beliau lahir dari kedua orang tua
asal Quraisy, yaitu setahun setelah peristiwa Gajah atau selang 40
tahun setelah kekuasaan Raja Kisra Anusyirwan runtuh. Ibunda Rasulullah bernama Aminah dan ayahnya bernama Abdullah.
3. Kota Dimana Dajjal Tidak Dapat Masuk Kedalamnya
Dajjal akan muncul dari Ashbahan dan akan menelusuri muka bumi. Tidak ada satu negeri pun melainkan Dajjal akan mampir di tempat tersebut. Yang dikecualikan di sini adalah Makkah dan Madinah karena malaikat akan menjaga dua kota tersebut. Dajjal tidak akan memasuki kedunya hingga akhir zaman. Dalam hadits Fathimah bin Qois radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Dajjal mengatakan,
فَأَخْرُجَ
فَأَسِيرَ فِى الأَرْضِ فَلاَ أَدَعَ قَرْيَةً إِلاَّ هَبَطْتُهَا فِى
أَرْبَعِينَ لَيْلَةً غَيْرَ مَكَّةَ وَطَيْبَةَ فَهُمَا مُحَرَّمَتَانِ
عَلَىَّ كِلْتَاهُمَا كُلَّمَا أَرَدْتُ أَنْ أَدْخُلَ وَاحِدَةً أَوْ
وَاحِدًا مِنْهُمَا اسْتَقْبَلَنِى مَلَكٌ بِيَدِهِ السَّيْفُ صَلْتًا
يَصُدُّنِى عَنْهَا وَإِنَّ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلاَئِكَةً
يَحْرُسُونَهَا
“Aku akan keluar dan menelusuri muka bumi. Tidaklah aku
membiarkan suatu daerah kecuali pasti aku singgahi dalam masa empat
puluh malam selain Makkah dan Thoybah (Madinah Nabawiyyah). Kedua kota
tersebut diharamkan bagiku. Tatkala aku ingin memasuki salah satu dari
dua kota tersebut, malaikat menemuiku dan menghadangku dengan pedangnya
yang mengkilap. Dan di setiap jalan bukit ada malaikat yang menjaganya.” (HR. Muslim no. 2942)